aku duduk di bawah pohon di sayap timur. aku membuka tasku dan mengambil botol minumanku bermaksud meminumnya. tapi tiba-tiba ada yang merebutnya dan meminumnya sampai habis. aku hanya cemberut dibuatnya. tapi sepertinya aku mengenalnya. selesai dia minum dan menutup botolku dia menunduk dan mengembalikannya padaku. aku masih diam terpaku dibuatnya. dia kemudian tersenyum. aku tidak pernah melupakan pemilik senyuman itu.
“adam?”. sapaku antara percaya tidak percaya aku bertemu lagi dengannya. sudah 3 bulan sejak pertemuan pertama kami. meskipun kami satu universitas, tapi dengan besarnya universitas ini sangat mustahil bisa bertemu kalau tidak satu fakultas atau organisasi.
” hai, ngapain disini? masih rapi lagi. baru pulang kuliah?”. tanyanya padaku sambil bergerak duduk disampingku.
“heem”. jawabku lemas.
” nih minum dulu”. dia mengambil botol minum dari tas pinggangnya dan memberikannya.
” tuh kamu bawa minum. kenapa ngrebut minumku?dasar!”. aku meraih botol minumnya dengan kasar dan meminumnya hingga separuh botol.
“aku suka menggodamu, apalagi sampai kamu manyun begitu. lucu kayak bebek”. dia malah tertawa terpingkal-pingkal melihatku cemberut.
” udah..udah.. baru juga ketemu lagi. udah usil aja”. kataku menghentikan tawanya. dia berhenti tertawa dan tersenyum kecil. aku menanyakan tentang kuliahnya begitupun sebaliknya. dia tetap sama bawel tapi seru. aku tidak terlalu mendengarkan apa yang adam katakan. tapi aku hanya memperhatikan bagaimana cara dia bicara dan tersenyum. membuat otakku tidak bisa bekerja dengan baik.
“waaa”. adam mendekatkan wajahnya tiba-tiba kearahku untuk mengagetkanku. aku langsung memundurkan wajahku.
” kamu ngapain sih dam?”. aku mendorong bahunya mundur.
” aku dah ngomong panjang lebar tapi kamunya malah nglamun aja. jangan banyak nglamun kesambet ntar”. adam agak kesal karena aku tidak memperhatikannya.
“maaf, pulang yuk!, capek nih”. aku berniat berdiri mau pulang. tapi tiba-tiba tanganku ditarik adam dan membuatku duduk kembali.
” ada yang harus aku omongin sama kamu”. adam memegang kedua bahuku dan membuatku berhadapan langsung dengannya.
“aku suka sama kamu vin. aku tau kita baru kenal. aku 3 bulan ini selalu berusaha mencari kamu. dateng ke fakultasmu, nongkrong di daerah kosmu karena memang aku tidak tau dimana alamat tepat kamu kos. dan sekarang aku menemukanmu disini. aku tidak mau kamu lepas dari jangkauanku lagi”. adam terus memandangku menanti jawabanku. aku hanya bingung meskipun aku juga suka padanya sejak awal kami bertemu. tapi kami baru kenal. aku belum tau karakternya begitupun sebaliknya.
” kalopun aku jawab iya, apakah ini benar?. tidakkah kamu mau mencoba mengenal karakterku dulu?. begitupun aku juga ingin mengenalmu lbh dekat lagi”. aku menunggu jawaban adam.
“kita bisa pacaran dulu kan?, agar kamu hanya fokus ke aku”. adam mencoba meyakinkanku.
aku memandang kedua mata coklatnya. aku hanya melihat kesungguhan dan ketulusannya. tidak lama kemudian aku mengangguk mengiyakan permintaannya. dia tersenyum lebar dan memelukku. aku merasakan kenyamanan dan aku balas memeluknya.
” adam no hp mu berapa?”.adam melepaskan pelukannya sambil tertawa kecil.
aku ikut tersenyum. kemudian kami saling bertukar nomer hp. adam berdiri dan menawarkan tangannya padaku. aku menyambutnya. hari sudah mulai gelap. adam mengantarkanku sampai kos. dan kami berpisah.
takdir memang tidak bisa ditebak. bagaimana bisa aku pacaran dengan orang yang bahkan baru dua kali aku temui. tapi aku memang sudah suka dengan adam sejak awal.
siapa sangka adam yang baru aku temui di perjalanan pulang kampung. dan kami dipertemukan lagi untuk pacaran.
#bersambung#
Tidak ada komentar:
Posting Komentar