Jumat, 01 Desember 2017

waiting for you Part 1


“Hai”. Sapa seseorang di samping tempat dudukku. Aku hanya menganggukkan wajahku sambil sedikit mengeluarkan senyuman ramah membalas sapaannya.
” aku adam. Adam Renaldi. Aku kuliah di fakultas hukum ugm di jogja sini. Kamu kuliah di jogja juga?mau pulkam ya?asli mana? Kalo aku Madiun”. Katanya panjang lebar tanpa aku tanya.
“Aku vina, kuliah juga di jogja dan mau pulang ke Madiun juga”. Jawabku dengan malas. Tapi tetap memasang wajah ramah.
” wah sama dong!!.aku turun di maospati. Kamu turun dimana?. Oiya kamu jurusan apa dan kuliah dimana di jogja?”. Orang di sebelahku ini masih saja antusias bertanya. Padahal aku hanya ingin suasana tenang dan tidur. Tapi dia sudah berniat baik mengajakku berkenalan dan bicara. Alangkah jahatnya diriku kalau aku harus membalasnya dengan kemarahan.
“Aku di mipa di ugm juga. Aku turun setelahmu. Tolong ya, aku mau tidur dulu. Kalo mau ngobrol tolong ajak yang lain saja”. Aku berusaha menjawab seramah mungkin meskipun nadanya ketus.
” ow maaf, aku hanya senang mendapat kenalan baru. Aku akan diam. Maaf!!”. Jawabnya dengan menunjukkan mimik muka merasa bersalah.
Sekarang kondisinya jadi hening. Hanya suara kenek bis saja.
Hari ini aku sedang perjalanan mau pulkam. Aku tiap jumat selalu pulkam. Karena aku memang tidak pernah tinggal jauh dari rumah. Tapi kehidupan kuliah memaksaku untuk hidup mandiri. Tapi karena aku masih semester awal. Jadi beginilah tiap akhir pekan selalu pulkam.
Setelah tadi acaraku mau tidur sempat tertunda. Sekarang aku bisa tidur dengan tenang. Aku memang suka tidur ketika dalam perjalanan jauh. Untuk menghindari mabuk perjalanan. Karena kalau aku hanya diam aku akan mudah mabuk. Aku mulai menyandarkan kepalaku di bantalan jendela dan menutup mataku. Aku memang terbiasa tidur di bis posisi seperti ini untuk menghindari menyandar pada orang lain.
Bis Mulai melaju karena semua kursi sudah penuh. Selama bis melaju aku beberapa terbangun dan membenarkan posisi tidurku. Tak jarang kepalaku terbentur. Tapi itu tidak terlalu menggangguku karena aku bisa melanjutkan tidurku lagi.
Tidur dibawah ac bis yg lgsg mengarah padaku membuatku merasa kedinginan. Tapi tak lama badanku menjadi lebih hangat. Aku merasa ada yang memindahkan kepalaku tapi sekarang lebih nyaman. Mungkin karena kepalaku menyandar ke orang lain jadi dia memindahkannya. Aku hanya cuek dan melanjutkan tidurku.
” Solo..solo..solo”. Teriak sang kenek bis.
Aku terbangun dan melihat-lihat keadaan sekitarku. Sudah sampai terminal solo ternyata. Aku melihat ke badanku. Dan aku terkejut ada jaket seseorang yang menutupi badan dan kedua tanganku. Dan aku baru sadar barusan aku tidur menyandar pada orang sebelahku. Pantas saja aku tidak merasa kedinginan tadi. Padahal lubang ac diatasku lupa belum aku tutup. Aku melihat ke orang yang di sebelahku. Dia tetap tertidur meskipun ramai banyak penjual asongan teriak-teriak menawarkan jualannya. Aku mengamati wajahnya yang damai saat tertidur. Dia tampan, memiliki kulit bersih dan hidung yang tidak terlalu mancung. Bibirnya yang pink seperti bibir perempuan dan terdapat lesung pipi tipis di kedua pipinya. Membayangkan dia tersenyum pasti sangat manis.
Tanpa sadar aku sudah mengagumi wajah orang di sebelahku ini. Orang yang baru ku kenal tadi. Yang aku pikir tadi cowok bawel dan menyebalkan. Tapi sekarang aku mengagumi ketampanannya.
Dia menggeliatkan tubuhnya dan mengucek-ngucek kedua matanya.
” oh, kamu sudah bangun?”. Tanyanya padaku.
” iya mas eee. Maaf tadi siapa namanya?”. Tanyaku padanya karena memang aku lupa namanya.
” adam renaldi. Panggil aja adam, nggak usah pake mas”. jawab orang disebelahku dengan senyum lebarnya
"oh tuhan sungguh  senyumnya manis banget. bikin hatiku meleleh. tolong aku tuhan. jangan sampe aku bersikap bodoh didepannya."ucapku dalam hati.
aku mencoba menetralkan detak jantungku.
aku hanya membalasnya dengan senyuman seramah mungkin. jadi merasa bersalah karena di awal perjalanan tadi mengabaikannya.
” maaf ya mas, kalo tadi nggak sopan sama mas. aku hanya ngantuk tadi”. kataku tulus meminta maaf padanya.
“nggak pa pa, mungkin aku yang terlalu semangat ngajak kenalannya”. jawabnya sambil terkekeh pelan.
selama perjalanan kami ngobrol banyak. dari kuliah kami yang ternyata satu angkatan. rumah kami yang ternyata tidak terlalu jauh. kos kami di jogja. dan cerita kehidupan di kos kami. tidak terasa bis sudah melaju kencang dan hampir sampai dengan tempat adam turun. dia bersiap maju ke bangku terdepan agar bisa langsung turun begitu sampai. sebelum pindah ke bangku depan dia berpamitan dan menjabat tanganku.
” senang bertemu denganmu, sampai ketemu lagi”. pamit adam padaku.
aku hanya mengawasi gerak geriknya. melihat dia turun dan melambaikan tangan.  sebentar lagi giliran aku turun dari bis.
setelah turun dari bis aku menuju halte terdekat untuk menunggu jemputan. karena tidak ada angkutan ke desaku setiap kali pulang aku selalu dijemput kakakku di halte ini. karena bis antar propinsi hanya lewat sini saja. sambil menunggu kakakku datang. aku memikirkan pertemuanku dengan adam barusan. aku berharap bisa bertemu dengannya lagi. dia orang yang asyik dan enak buat jadi teman. sayangnya kami tidak sempat bertukar nomer hape. aku menggelengkan kepalaku karena aku baru sadar kalau kakakku sudah datang. aku naik ke boncengan motornya siap menuju rumah.
#bersambung#

Tidak ada komentar:

Posting Komentar