Pagi ini langit cerah, matahari bersinar terang,maria seperti
biasanya menyambut paginya dengan ceria dan semangat.
“ pagi mama dan papaku tersayang”sapa maria kepada mama papanya dan
mengecup pipi keduanya bergantian. Kemudian dia duduk disamping papanya dan
ikut sarapan.
“pah hari ini mengantarku kan?”.tanya maria pada papanya sambil
memakan sarapannya.
“tentu donk tuan putri”. Jawab papanya dan mengacak rambut putrinya
dengan sayang.
“paaaaa jangan merusak tatanan rambutku, pliiiiiisssss”. Rajuk
maria mengerucutkan bibirnya lucu.
Papanya hanya tertawa ringan melihat ekspresi maria diikuti ketawa
mamanya. Itulah pemandangan indah tiap pagi di keluarga kecil Rosamadi. Maria
selalu suka bermanja-manja pada papanya, dan papanya suka menanggapi kemanjaan
putrinya dengan berlebihan. Bu sari mamanya maria pun tidak keberatan
diacuhkan. Karena beliau juga bahagia melihat moment seperti itu tiap paginya
Selesai sarapan maria berangkat sekolah diantar papanya sampai depan
gerbang sekolah. Sesampainya di sekolah maria tidak lupa mencium tangan papanya
dan papanya mencium kening maria sayang.
“papa hari ini ke toko, jadi nanti siang papa jemput lagi. Jadi
anak baik, dengarkan gurumu dan jangan buat ulah,ok.” Kata pak rosamadi pada
anak semata wayangnya itu.
“siap bos”. Jawab maria dengan menegakkan badan dan mebuat posisi
hormat kemudian di nyengir kuda menunjukkan gigi kelincinya.
“ maria masuk dulu, dadah papa. Sampai ketemu nanti”. Maria berlari
memasuki gerbang sekolahnya.
Pak rosamadi adalah seorang pengusaha toko meubel terbesar di
yogyakarta. Produk olahan beliau bahkan sampai di ekspor sampai ke eropa.
Belaiu adalah tamatan kehutanan sehingga beliau tahu kualitas masing-masing
jenis kayu dan bisa digunakan untuk apa. Sehingga bisnis meubel beliau
berkembang pesat karena kualitasnya barangnya yang sudah diragukan lagi. Pak
rosamadi membangun usahanya dengan modal dari beberapa teman-temannya yang
sekarang menjabat di kantor pemerintah yogyakarta, yaitu pak sadi, pak candra,
dan pak komar. Mereka adalah teman-teman karib pak rosamadi sejak kuliah.
Mereka patungan mengumpulkan uangnya untuk modal dan karena pak rosamadi tidak
menyumbang modal jadilah beliau yang menjalankan usaha tersebut, sedangkan
teman-temannya tinggal dibagi dari keuntungan per bulannya. Hampir tiga tahun
pak rosamadi mengelola usaha tersebut dan usahanya semakin berkembang pesat,
dan setoran ke ketiga temannya tetap rutin dan termanagement dengan rapi.
***
Jam
sudah menunjukkan pukul 15.00, sudah waktunya Maria pulang sekolah. Pak
rosamadi berpamitan dengan pak Feri manager meubelnya.
“pak
saya pulang dulu sekalian mau jemput Maria”. Pamit pak rosamadi pada
managernya.
“sebentar
pak tadi ada surat dari pak candra dan pak komar. Tadi pagi mereka kesini
mengantarkan surat. Sebentar saya ambilkan”. Pak Feri segera mengambil surat
yang tadi pagi dititipkan pak komar dan pak candra dan memberikannya pada pak
rosamadi. Pak rosamadi hanya bingung menerima surat tersebut. Beliau hanya
mengendikkan bahunya, dan berjalan ke mobilnya. Beliau meletakkan surat
tersebut di dashbord mobil kemudian mulai menyalakan mesin mobil dan meluncur ke
sekolah maria.
“
papa kemana ya??. kok telat sih jemputnya”. Gerutu Maria bicara sendiri.
BERLANJUT
KE PART2
Tidak ada komentar:
Posting Komentar